Hyundai Indonesia lebih bangga pasar ekspor H-1 daripada pasar domestik

Hyundai Mobil Indonesia bangga dengan pasar ekspor mobil Hyundai H-1 saat ini, yang dilakukan sejak 2010. Saat ini mobil segmen upper MPV yang dirakit di Bekasi, Jawa Barat, telah diekspor ke Thailand, Bhutan, dan Brunei Darussalam. Dan memanfatkan demam Piala Dunia Rusia 2018, Hyundai Indonesia memperkenalkan New Hyundai H-1 untuk kalangan media di Jakarta, Selasa (3/7).

Mukiat Sutikno, Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia, menjelaskan media prewiew New Hyundai H-1 ini dilakukan, sekaligus menandai produksi perdana model anyar mobil upper MPV ini di pabrik perakitan Hyundai Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas perakitan Hyundai Bekasi ini memiliki kapasitas terpasang hingga 25 ribu unit per tahun. Fasilitas perakitan Hyundai H-1 ini mampu memenuhi standar global dari sisi keselamatan, keamanan, serta kenyamanan.

“Saat ini Hyundai H-1 kami ekspor sekitar 3 ribu unit pada tahun lalu. Terus-terang volume ekspor H-1 lebih banyak dibandingkan volume pasar domestik,” ujar Mukiat di sela media preview New Hyundai H-1 di Jakarta, Selasa (3/7).

Ya, volume ekspor Hyundai H-1 memang lebih banyak dibandingkan pasar domestiknya yang dimasuki sejak 2008. Pada tahun itu, penjualan domestik Hyundai H-1 baru tercatat 498 unit. Jumlah tersebut kemudian menurun pada 2009 menjadi 275 unit.

Namun sejak 2010 hingga 2012, volume penjualan dalam tren meningkat di level 600-700 unit. Sayang, merosot lagi pada 2013 hingga tahun lalu (2017) berada di level 300 unit. Sementara per April 2018, penjualannya baru tercatat 149 unit.

new hyundai H-1 2018 2018 Merdeka.com
Fokus Medium Term
Menurut Mukiat, wacana Hyundai Korea membangun fasilitas manufaktur di Indonesia masih jauh. Sebab prinsipal melihat kapasitas terpasang fasilitas perakitan hyundai Indonesia di Bekasi masih tinggi dibandingkan kapasitas produksinya. Saat ini kapasitas terpasang perakitan Bekasi tercatat hingga 25 ribu unit per tahun, sedangkan kapasitas produksinya baru sekitar 5 ribu unit untuk perakitan Hyundai H-1 saja. Jadi ada gap sekitar 20 ribu unit di sana.

“Maka itu, Hyundai Indonesia fokus menawarkan kapasitas idle ini untuk merakit model lain selain H-1. Hal ini juga menjadi fokus Hyundai Korea yang cenderung menginginkan melakukan perakitan. Jadi ini masih jauh di bawah kapasitas terpasang,” pungkas Mukiat.

Berdasarkan laman Hyundai Indonesia, harga jual H-1 versi lawas mulai Rp 427 juta. Yang termahal Rp 594 juta (on the road) untuk varian termahal Royale CRDi Next Gen Limited. Bermain di segmen upper MPV, H-1 bersaing dengan model Toyota Voxy, Nissan Serena, dan Honda Odyssey. Per April tahun ini, volume penjualan H-1 tercatat 149 unit. [sya]

Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.